Puisi "Di bawah atap Metropolitan"
Di bawah atap Metropolitan
Pertama kali kupijakkan kaki
Menoleh ke kanan dan ke kiri
Wajah asing bertebaran
Angin lembut membisikkan
Kemana?
Hitam putih kulalui
Klakson mengejutkan lamunan
Hidup dibawah atap Metropolitan
Apa ada masa depan?
Hujanku membasahi nadi
Berlari... siapa yang harus kutemui?
Semesta kau membawaku kemari
Bolehkah kabulkan satu pinta?
Hidup dalam dekapan cinta
Semoga itu ada,
Di bawah atap Metropolitan
Ciputat, 06 Desember 2023
Noer Fathia Efendi,
Komentar
Posting Komentar